Seorang Istri, ibu dan Guru, dengan 2 orang putra dan 2 orang putri... seseorang yang senantiasa belajar untuk menjadi yang terbaik
Sunday, May 10, 2015
INSPIRASI DARI KETIADAAN HIDUP di DUNIA (Kematian)
“Bagaimana kamu mengingkari (Allah) sedang kamu tadinya mati, kemudian dihidupkan (oleh-Nya), kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kamu dikembalikan kepada-Nya.”
Ada benarnya juga kata seorang komedian dalam stand comedy, bahwa seseorang mampu mempunyai inspirasi ketika dia berangkat dari kegalauan. Tahun belakangan ini, saya mulai merasakan kegalauan. Karena setelah sekian lama hidup dengan tingkat aktivitas yang lumayan beragam, tahun demi tahun yang dilewati tidak ada kehidupan yang dirasa penulis begitu berbeda seperti saat ini. Kegalauan mulai muncul dengan hilangnya satu persatu keluarga dan handai taulan yang saya sayangi. Setiap insan pasti pernah merasakan kehilangan. Saya ingin rasa itu berganti menjadi sebuah kekuatan untuk mengobati kegalauan saya. Sekarang saya jadi tahu bagaimana perasaan seorang Nabiyulloh, Muhammad Saw yang ketika mulai berjuang membumikan Ajaran-Nya, ditinggal satu – persatu oleh orang-orang yang dicintainya. Padahal beliau butuh orang-orang yang mumpuni untuk membantu dakwah beliau. Hemm sedih sungguh sedih.
Saya ingin sekali percaya dan harus percaya bahwa kematian bukan akhir sebuah perjalanan. Dan saya ingin sekali merubah mindset saya bahwa kematian bukan kesengsaraan, tetapi salah satu nikmat Allah SWT “Janganlah kamu menduga bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, tetapi mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki” (QS Ali-’Imran [3]: 169).
Kematian adalah nikmat dan rahmat Allah SWT kita menuju pintu gerbang keadilan sejati dan kebahagiaan abadi. Kematian adalah bentuk kuasa Ilahi robbi bagi makhluknya dibumi. Dengan kematian, Allah SWT berpesan kepada manusia untuk meningkatkan terus pengabdian kepada-Nya,“Mahasuci Allah Yang di dalam genggaman kekuasaan-Nya seluruh kerajaan, dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu siapakah di antara kamu yang paling baik amalnya, dan sesungguhnya Dia Maha mulia lagi Maha Pengampun” (QS Al-Mulk [67]:1-2).
Dalam setiap sel tubuh manusia ada waktu yang sangat vital dan kecermatan yang sangat tinggi, waktu itulah yang telah dianugerahkan oleh Allah untuk mengontrol seluruh proses hidup mulai dari lahir hingga kematiannya. waktu ini telah diprogram untuk menentukan jumlah tertentu dari detak jantung, tidak menambah atau mengurangi, dan ketika berada diakhir ketukan, maka kematian datang setelahnya dan tidak pernah bisa ditunda. Dan karena itu, kita bisa mengagumi keakuratan Allah ketika menggambarkan secara jelas kepada kita tentang kematian, Allah berfirman: “Maka jika datang waktu kematian mereka, tidak bisa mereka tunda dan mendahulukannya sedetikpun” (An-Nahl: 61]. Kematian diciptakan dalam sperma, dan berkembang di dalam sel sejak manusia dalam rahim. Para ilmuwan mengatakan: kematian diciptakan dalam setiap unsur sel seperti katup pengaman yang mengontrol kehidupan sel, setelah semua perpecahan mengubah ukuran unsur-unsur tersebut, dan ketika semakin pendek ukurannya maka maka kematian semakin dekat, dan pada ukuran tertentu sel reproduksi akan berhenti dan mati, maka banyak kita temukan tinggi seseorang semakin tua malah semakin terlihat pendek dan itulah yang disampaikan kepada kita melalui Al-Quran, Allah berfirman : “Kami telah memperkirakan kematian di antara kalian dan kami tidak mendahuluinya” (Al-Waqi’ah: 60].
Musthafa Al-Kik menulis dalam bukunya Baina Alamain bahwasanya kematian yang dialami oleh manusia dapat berupa kematian mendadak seperti serangan jantung, tabrakan, dan sebagainya, dan dapat juga merupakan kematian normal yang terjadi melalui proses menua secara perlahan. Yang mati mendadak maupun yang normal, kesemuanya mengalami apa yang dinamai sakarat al-maut (sekarat) yakni semacam hilangnya kesadaran yang diikuti oleh lepasnya ruh dan jasad. Keadaan mati yang mendadak, saat sakratul maut teramat sangat singkat dan terasa sangat sakit sekali. Kata Nabi Muhammad ibarat duri dalam kapas yang ditarik dengan sangat keras (ditarik dengan keras sehingga waktu ditarik kapas di sekelilingnya ikut terbawa). Banyak ulama tafsir menunjuk ayat Wa nazi’at gharqa (Demi malaikat-malaikat yang mencabut nyawa dengan keras) (QS An-Nazi’at [79]: 1), sebagai isyarat kematian mendadak. Menurut statistik PBB mengatakan bahwa setiap tahunnya ada lebih dari 700.000 orang melakukan bunuh diri, ada ratusan ribu tewas dalam kecelakaan kebakaran, kecelakaan lalu lintas, pembunuhan, … Ada jumlah tertentu yang mati akibat penyakit jantung, di Amerika Serikat meninggal hingga 700.000 orang dan setengah dari jumlah tersebut yang mati secara tiba-tiba, ada jumlah tertentu yang mati akibat kanker kulit, dan sejumlah tertentu yang meninggal karena kanker payudara dan sejumlah meninggal akibat kanker paru-paru.
Sedang lanjutan ayat surat tersebut yaitu Wan nasyithati nasytha (malaikat-malaikat yang mencabut ruh dengan lemah lembut) sebagai isyarat kepada kematian yang dialami secara perlahan-lahan. Kematian yang melalui proses lambat itu dan yang dinyatakan oleh ayat di atas sebagai “dicabut dengan lemah lembut,” sama keadaannya dengan proses yang dialami seseorang pada saat kantuk sampai dengan tidur. Surat Al-Zumar (39): 42. Kalau sudah begitu tidak ada yang lebih disenanginya kecuali bertemu dengan yang Maha Pencipta (mati) Tidak lagi merasakan sakit karena apalah artinya sakit bila dibanding dengan kerinduan pertemuan dengan Sang Pencipta. Seperti seseorang yang ingin mudik..bahagia. Duuh padahal penulis tidak pernah mudik,, tapi kalau melihat kawan-kawan yang mudik, terlihat suka cita… maknanya adalah biar susah dan berapapun biayanya juga tetap dijalani asal bisa kembali ke kampung halaman.
Kematian pasti akan terjadi, yakinlah. Karena keyakinan itu mengantarkan kita kepada persiapan. Teringat salah satu pesan Ustadz Yusuf Mansyur..Ketika hidup kita penuh dosa..apabila arti dosa kita jika dibandingkan dengan sifat Ghofur nya Allah SWT, ibaratnya dosa kita itu seperti sebuah tinta di pulpen yang menetes di lautan sifat Ghofur dan Rahmannya Allah SWT. Tidak ada apa-apanya. Subhanallah… Oleh karena itu selagi hidup didunia, ingatlah untuk kembali pada kasih sayangnya, pada lautan ampunnya. Kembalilah menuju Allah SWT dengan membersihkan dosa kita dilautan Ghofur dan Rahmannya Allah SWT. Yang ditebus dengan ketundukan dan ketaatan yang ikhlas, agar tiba waktu pertemuan dengan yang kita nantikan menjadi lebih indah, dan damai. Walahu’alam bish showab
Hal Baru, Ajang Uji Nyali Pembelajaran
Hidup ini memang ajang uji nyali. Suatu saat ajang uji nyali itu pasti datang pada tiap manusia. Maka seseorang siap tidak siap, suka tidak suka, pasti akan berhadapan dengan persaingan-persaingan sebagai media uji nyali. Sebagai seorang Guru, tugasnya yang terbesar adalah mempersiapkan secara mental dan berkemampuan dalam banyak bidang peserta didik untuk menghadapi persaingan hidup. Disini dituntut kemampuan guru untuk mengorganisir berbagai tekhnik pembelajaran yang diwarnai dengan tekhnik motivasi.
Perasaan takut adalah penghambat terbesar manusia untuk mengeluarkan potensi terbaik mereka. Takut salah jawab, takut gagal, takut dikritik orang lain, dan berbagai macam ketakutan lainnya. Membawa peserta didik kita kepada keadaan yang standar, tidak terlihat maju atau mundur. Tidak terlihat progresif tapi terlihat angkuh. Di sekolah kita diajarkan untuk melakukan segala sesuatunya dengan benar. Kesalahan dipandang sebagai sesuatu hal yang buruk dan tidak baik. Kita belum bisa menerima kesalahan sebagai sesuatu pembelajaran.
Akibatnya, kita tidak berani melakukan sesuatu yang baru, bahkan sampai kita dewasa. Dan tentunya kita tidak akan tahu sampai batas mana potensi dan kemampuan yang kita punyai.
Mencoba sesuatu itu sangat penting buat kita agar kita dapat menikmati perjalanan kehidupan yang kita hadapi.
Oleh karena itu, saya mengajak peserta didik yang saya ampu untuk mengikuti Lomba keterampilan PAI, yang notabene peserta didik berasal dari keluarga yang pondasi awalnya tidak matang dan ahli dalam areal religius walau ada beberapa dari mereka yang fondasi keluarganya religius. Saya ingin mencoba hal-hal baru buat mereka. Agar mereka lebih fleksibel, lebih akrab dengan areal religiusnya sendiri, tidak takut terhadap ajaran agamanya sendiri. Ini akan berdampak pada penumbuhan kedekatan religius dalam benak sang peserta didik. Penumbuhan kedekatan ini disebabkan karena kekuatan efek ilmu yang mengikat kuat kedalam diri disebabkan pembelajaran lagsng maupun tidak langsung (seperti bertemu dengan hal-hal yang baru).
Meskipun hasil yang kita dapatkan tidak seindah apa yng diharapkan, tetapi ini menjadi suatu jalan untuk mereka, agar secara berkelanjutan menimba ilmu agama. Seperti yang kita ketahui bahwa Ilmu Allah SWT itu tidak akan habis walaupun pohon-pohon dijadikan pena dan laut dijadikan tinta bahkan ditambah tujuh laut, untuk menulis kalimat Allah SWT. Jadi pastinya banyak hal baru untuk dinikmati dan dikaji. Seperti sebuah ungkapan, yang berbunyi “If you want something you’ve never had, you must be willing to do something you’ve never done.” – Thomas Jefferson
Hal nyata yang terlihat dengan jelas dari mencoba hal baru adalah, menambah satu pengalaman baru. Di mana kita menambah wawasan, menikmati pemandangan berbeda, tempat, waktu, situasi, perasaan baru dan tentunya menambah data-data ke pikiran bawah sadar, baik sadar atau tidak sadar
Hal lain dari bertambahnya pengalaman baru, dengan diikut-sertakan nya peserta didik saya adalah mampi memicu kreativitas dan produksi ide-ide segar.
Kreativitas terbentuk melalui proses belajar. Hasil dari kreativitas adalah tindakan. Sebelum tindakan terrealisasi, di otak akan muncul beberapa ide yang akan dipilih untuk dilakukan. Bagaimana dengan hal baru bisa menimbulkan kreativitas? Ini terbukti Peserta didik yang saya kirim. Ketika diajarkan membuat presentasi tentang salah satu bidang kajian dalam Pendidikan Agama Islam. Dalam satu hari dia, mampu merubah materi kajian yang saya bikin dan menggantinya dengan materi kajian lain, dengan kreatifitasnya yang dituangkan dalam Powerpoint slide. Ini menunjukkan Karena saat mencoba sesuatu yang baru, otak akan bekerja dengan cepat untuk menghasilkan ide dan menyambungkan sel-sel neuron.
Dengan tersambungnya sel neuron-neuron akan menambah wawasan dan kepintaran seseorang untuk bidang yang kebetulan menjadi kajiannya.
Selain bertambah pintar dan cerdas untuk menerima hal-hal baru, hal positif lainnya adalah bertambah luasnya hubungan sosialisasi pertemanan. Hal-hal baru juga membuat hidup ini lebih indah, lebih bervariatif, tidak membosankan, kebanyakan dari orang yang telah banyak melakukan kegitan dan banyak kegiatan itu benar-benar menghantar mereka pada penemuan potensi diri mereka. Dibanding mereka yng mengerjakan satu kegiatan saja. Kalaupun ada yang ahli atau expert dalam satu bidang, itu karena mereka telah banyak bereksperimen dan mengali satu bidang itu dari beda sudut pandang, beda persepsi, beda objek, beda waktu, beda masalah, beda minat dan lain-lain walau tetap satu bidang kajian.
Wah rasanya saya perlu sekali berterima kasih atas banyaknya acara-acara kompetisi keterampilan Pendidikan Agama Islam ini terutama kepada MGMP PAI Kab. Bogor sebagai wadah ajang prestasi. Berterimakasih kepada Para Pihak yang mengijinkan peserta didik saya untuk melakukan hal-hal baru walaupun tidak membawa hasil yang top score. Tapi tetap bersemangat mendukung kemajuan peserta didiknya. Bersyukur kepada Ilahi Robbi yang dengan ilmunya selalu memberikan jalan dan kemudahan untuk ummatnya belajar dan belajar. Tidak itu saja, bahkan Allah SWT malah memberikan hadiah kemudahan menuju surga bagi mereka yang belajar sunguh-sungguh.
Haditsnya dari Abu Huroiroh رضي الله عنه, diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda:
من سلك طريقا يلتمس فيه علما سهل الله له به طريقا إلى الجنة
Artinya:
“Barangsiapa meniti jalan, ia mencari pada jalan itu ilmu (Ilmu Syar’i), maka balasannya adalah Allooh akan mempermudah (dengan sebab Ilmu tadi) jalannya menuju surga”.
Aku Tahu, Aku Memang Keliru
Tulisan ini tidak sengaja saya temukan di dalam buku tulis agenda saya yang lama, dan bacaannya menarik. Saya ingin menulisnya kembali agar semua pembaca menjadi tahu, mengapa begitu penting tulisan ini saya simpan rapi dalam agenda saya. Sebenarnya saya lupa kapan saya menulisnya dan diambil dari buku atau majalah apa, tetapi saya menulis pengarang tulisan ini. Disitu tertera nama M. Bugi dan mohon maaf tidak ada keterangan lainnya tentang sang penulis. Tulisan ini berkisah tentang pengakuan Abu Jahal tentang kenabian Muhammad SAW. Selengkapnya saya mohon ijin menyadur tulisan ini. Berikut tulisannya….
Ini Percakapan antara Abu Jahal dan Abu Dzar Al-Ghiffari. Yang ternyata mereka menjalin persahabatan kala itu.
Abu Jahal : “Kau bawa barang dagangan, hai Sahabatku?”
Abu Ghiffari : “ Seperti yang kau lihat, tidak….!”
Abu Jahal : “Engkau bawa uang?” (semakin bingung dan heran)
Abu Ghiffari : “Wah, juga tidak.”
Abu Jahal : “Ada apa denganmu?, apa yang membuat engkau jauh-jauh ke Mekkah tanpa membawa barang dangan atau uang? Adakah tujuanmua yang lain?”
Abu Ghiffari : “Sahabatku Abu Jahal, “kali ini kedatanganku bukan utk mengadu untung dalam perdagangan” (sambil tersenyum dan tenang)
Abu Jahal : “Lantas untuk Apakah?”
Abu Ghiffari : “Aku ingin bertemu dengan kemenakanmu”
Abu Jahal : “Hah.. Kau ingin bertemu dengan kemenakanku, siapa yang kau maksud?”
Abu Ghiffari : “Muhammad”
Abu Jahal : “Muhammad?”
Abu Ghiffari : “ Ya, kudengar beberapa sahabatku bahwa Muhammad, kemenakanmu itu telah diangkat menjadi seorang rasul. Engkau harus bangga punya kemenakan semulia itu, sahabatku.” ( Beliau berkata sambil tersenyum dan merasa heran karena tidak mendapatkan jawaban apapun dari orang yang ada dihadapannya).
Abu Jahal : (Sambil berkerut) “Sahabatku dengarkanlah aku, jika kau ingin selamat. Jangan kau temui dia, sekali-kali jangan pernah menemui kemenakanku itu”
Abu Ghiffari : “Kenapa kau berkata seperti itu?”
Abu Jahal : “Kau tahu, Muhammad itu amat menarik, ia sangat mempesona. Sekali berjumpa dengannya, aku jamin kau pasti akan benar-benar terpikat dengannya. Wajahnya bersih, perkataannya berisi, mutiara indah dan selalu benar. Perilakunya amat lembut dan sopan membacakan wahyu, semua kalimatnya menyentuh jiwa”.
Abu Ghiffari : “ Aku tidak mengerti, tapi apa itu berarti kau yakin dia seorang rasul?” (kali ini ganti memandang Abu Jahal dengan lekat)
Abu Jahal : “Jelas, mustahil rasanya jika ia bukan seorang rasul (sambil mengangguk) otaknya teramat pintar bahkan cerdas. Walaupun ia tidak bisa membaca dan menulis. Ia baik kepada semua orang, tua ataupun muda, budi pekerti dan akhlaqnya sangat mulia. Satu lagi yang perlu engkau ketahui ia sangat tabah menghadapi apapun yang terjadi padanya. Ia punya daya tarik yang hebat sekali”.
Abu Ghiffari : “Aku tidak habis mengerti terhadapmu Abu Jahal sahabatku”. Sambil geleng-geleng. “Kau bilang yakin bahwa kemenakanmu itu adalah seorang rasul.”
Abu Jahal :”Yakin betul, aku tidak pernah meragukannya sedikitpun.”
Abu Ghiffari : “Kau percaya bahwa dia benar?”
Abu Jahal : “Lebih dari sekedar percaya”
Abu Ghiffari : “Tapi Kau melarang aku untuk menemuinya.”
Abu Jahal : “Begitulah….” (sambil mengangkat bahunya)
Abu Ghiffari : “Lalu apakah kau mengikuti ajarannya?”
Abu Jahal : “Ulangi sekali lagi pertanyaanmu?” (mukanya mulai memerah)
Abu Ghiffari : “Engkau mengikuti agamanya, menjadi pemelik Islam?”
Abu Jahal : “ Sahabtku, sampai detik ini dan nantinya aku adalah Abu Jahal dan tetap Abu Jahal. Aku bukan orang sinting. Otakku belum miring. Dibayar berapapun, aku tidak akan menjadi pengikut Muhammad”.
Abu Ghiffari : “Loh, bukankah kau yakin Muhammad, itu benar?”
Abu Jahal : “Sahabatku, catat ini … walaupun aku yakin bahwa Muhammad itu benar, aku akan tetap melawan Muhammad sampai kapan jua, sampai titik darah penghabisan”.
Abu Ghiffari : “Apa sebab?”
Abu Jahal : “Jika aku pengikut Muhammad maka kedudukan dan wibawaku akan hancur. Mau diletakkan dimanamukaku dihadapan Quraisy?”
Abu Ghiffari : “Pendirianmu keliru, engkau akan kalah kelak oleh kekeliruanmu itu.”
Abu Jahal : “Baik, biar saja aku kalah. Bahkan aku tahu di akhirat kelak bakal dimasukkan kedalam neraka jahim. Tapi aku tidak mau dikalahkan Muhammad didunia, walaupun diakhirat sana aku pasti dikalahkan”.
Dari dialog tersebut hal yang sebenarnya kita jadikan ibroh yang utama adalah pengakuan takjub musuh Muhammad terhadap pribadi dan fisik seorang Rasul utusan Alloh tersebut. Kehidupan kita yang sekarang ini merupakan kurun waktu yang jauh dari kehidupan Nabi Muhammad SAW di zamannya. Dengan begitu banyak idola dari tokoh dan selebritis masa kini, maka dapat dipastikan bahwa rasa cinta dan bangga terhadap Rasul Allah SWT itu pasti memudar. Padahal Rasululloh sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir, yang terucap hanya Ummati..ummati..ummati… ummat saja yang terpikir didalam benaknya. Dan kita ummatnya sehari-hari, terpikirpun tidak dengan beliau, apalagi untuk mengungkapkan rasa kagum kita akan kepribadian terhadap rasul mulia Muhammad SAW. Seorang Abu Jahal yang namanya menggetarkan kaum Quraisy, ditakuti karena sifatnya yang kejam terhadap para pengikut Rasululloh saja, mampu mengakui kelebihan-kelebihan Muhammad SAW, keponakannya. Bagaimana dia deskripsikan lahiriah seorang utusan Allah SWT dengan bahasa yang kita pahami. Sehingga timbul rasa bangga bahwa Rasul yang kita cintai ternyata begitu mulia, begitu indahnya. Tak pernah kita tergambarkan sebelumnya paras, perilaku, ketabahan beliau di dalam hati kita. Yang hidup jauh dari Zamannya. Itulah tak bosan bosan saya membaca artikel dialog ini, dan saya tulis dalam agenda saya. Sehingga ketika saya selesai membacanya, rasa rindu kepada beliau seakan menderu dan tak padam. Mudah-mudahan tebar dialog singkat ini juga memberi nuansa segar bagi rekonstruksi spiritual iman kita semua ke arah yang lebih baik dan lebih baik lagi. Amiiiin….http://edukasi.kompasiana.com/2015/03/19/aku-tahu-aku-memang-keliru-707536.html
Prestasi tanpa publikasi seorang Al-Hafidz
Allahummarhamna bil Qur’aaan ….“Ya Allah,
sayangilah kami dengan Al-Qur’an …
Waj’alhu lana imaman wa nuran wa hudan wa
rahmah …“Dan jadikanlah ia (Qur’an) imam kami, juga sebagai cahaya, sebagai
petunjuk, dan sebagai kasih sayang …
Suara salah satu kader terbaik Al Qur'an
bangsa kita, pengasuh pondok pesanten Nurul Hikmah, tempat hafidz dan hafidzah
cilik menuntaskan bacaan dan hapalan Alqurannya.. Suara Ustadz Muzammil
rahimahullah, masih saja terasa terngiang di sanubari dengan lembut dan
syahdu.. membuat hati dan mata memanas entah pada suhu berapa, yang jelas hati
yang terbuat dari bahan yang lembut tapi
kadang kerasnya Masya Allah melebihi gunung batu ini menjadi luluh lantak dihantam oleh lembut
suaranya.
Terbayang air
mata yang terus bercucuran, Mengingat betapa hebatnya perjuangan beliau
membimbing anak sejak usia dini untuk
meraih predikat shahibul Qur’an, teman akrab Al-Qur’an.
Air mata yang tertahan
mengalir dari para santri dan santriwati, terkenang kenikmatan-kenikmatan yang
Dia turunkan untuk mendampingi kesulitan-kesulitan di dalam menghafal
Kitabullah …
Ya Robbi
sungguh perjuangan yang tak mudah untuk anak anak yang masih perlu disayang,
dimanja, menikmati masa indah untuk menjadi seorang anak yang berjuang menjadi
shahibul quran. Memilih hidup bersama Al-Qur'an, jauh dari dekapan hangat
orangtua. Untuk menyambut ridho Allah SWT dan Rasulnya serta mempersembahkan
mahkota cahaya buat kedua orangtuanya.
Rasulullah
saw. bersabda,”Barang siapa yang membaca Al-Qur’an, mempelajarinya dan
mengamalkannya, kedua orangtuanya di hari kiamat akan di pakaikan mahkota dari
cahaya.
Sinarnya
persis seperti sinar matahari. Kedua orangtuanya diberi dua perhiasan yang
tidak bisa dibandingkan dengan dunia. Keduanya bertanya,’Dengan apa kami
mendapatkan semua ini?’ Dijawab,’Anakmu mempelajari Al-Qur’an.
Subhanallah..
ketika seorang anak jauh dari orangtuanya, untuk menjadi hafidz dan hafidzah
cilik. Seorang H, Ahmad Muzzammil MF. Al-Hafidz maju menjadi orangtua bagi
hafidz dan hafidzah cilik kami. Dia tidak sungkan untuk melayani dan membimbing
serta penyemangat hafidz dan hafidzah cilik. Begitu cintanya beliau terhadap
Al-quran sehingga mampu mendorong beliau untuk mencetak generasi-generasi Quran
sejak usia dini.
H, Ahmad
Muzzammil MF. Al-Hafidz
Sosok Pengajar
dari kalangan muda yang menggeluti ilmu Al-Quran sejak usia muda, beliau dapat
menghafal Al-quran 30 juz dan meraih presatasi juara MHQ tingkat Nasional dan
Internasional di Mekkah usia 15 tahun.
Nama lengkap : H. Ahmad Muzzammil bin
Muzhoffar Fathurrahman. Lahir di Jepara 21 Maret 1977, menikah dan mempunyai
sepuluh orang anak. Aktifitasnya sebagai sebagai koordinator dan pengajar
tahsin tahfidz di LTQ Al-Hikmah, Mampang Jakarta Selatan, LTQ Markaz Al-Quran Kalisari, Jakarta Timur, FHQ Nurul
Hikmah Ciputat Tangerang, FHQ Nisa Kreatif Bogor Jawa Barat, Instansi
Pemerintah dan swasta. Pendidikan : SD Negeri dan Madrasah Diniyah di Jepara
Jawa Tengah, Mts dan MA di Annur Bantul Yogyakarta, Pesantren Darul Rahman
Jakarta, Program Bahasa Arab Intensif, Kuliah di PTIQ Jakarta.
Tapi sekarang
beliau sudah pergi meninggalkan kita semua, beliau meninggal pada usia muda
tapi proses perjalanan hidupnya sarat dengan prestasi, Usia 15 tahun beliau
sudah menjadi hafidz internasional. Sarat prestasi tanpa publikasi, tapi
kiprahnya berhasil melahirkan hafidz-hafidzah Indonesia. Rupanya hadiah Allah
buat beliau lebih indah dibanding pujian dan publikasi dunia. Allah SWT
menghendaki kebaikan untuknya dengan memanggilnya pulang... Pulang ke-haribaan
Allah SWT dengan indah pada jam 5 pagi tanggal 7 Mei 2015, hanya bersin 2 kali
kemudian beliau tertidur tenang dan tak bergerak lagi..
Hingga naskah
ini saya tulis, masih ada juga bulir-bulir air mata menetes sembari bergumam,
"Yaa Allah, akankah Engkau juga memberikan kemuliaan yang sama kepada kami
kelak....? Aamiin..... (Mohon karunia
kepada kami Yaa Allah...). Sungguh kepergian beliau sangat membuat dada kami
bergemuruh bahkan saya yang tidak kenal dekat sekalipun dengannya. Lemas tubuh
kami menahan gemuruh yang tidak jelas kapan hendak di keluarkan... Terima kasih
ya Allah telah sempatkan kami untuk bertemu dan mengenal serta sempat
menitipkan anak-anak kami dalam bimbingannya. Betapa kasih sayang Allah itu
sangat jelas pada akhirnya, "Janganlah
kamu menduga bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, tetapi
mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki" (QS.Ali-'Imran
[3]: 169).
Diantara
Rahmat Allah untuk kita adalah
diciptakannya kematian dan menjadikannya akhir alami dari segala sesuatu, Allah
SWT berfirman: "Tiap-tiap sesuatu
pasti binasa, kecuali Allah". (Al-Qashash:88).
Namun apa yang dikatakan oleh ilmu pengetahuan
modern? Ahli biologi saat ini menjelaskan bahwa kematian adalah sama pentingnya
dengan kehidupan. Setelah melakukan banyak percobaan dan penelitian para
ilmuwan akhirnya mengungkapkan bahwa dalam setiap sel yang ada dalam tubuh
manusia terdapat waktu biologis yang khusus untuk sel ini, karena itu
renungkanlah makhluk seperti manusia yang bekerja hingga ratusan triliun jam!
Subhanalloh, Ustadz H.Muzzammil telah
menunjukkan kerja keras beliau dengan ratusan triliun jam yang dilewatinya
hingga umurnya mencapai 38 tahun. Hari-hari beliau dengan aktifitas yang padat
dengan jam istirahat yang minimalis. Kadang beliau menunggui anak-anak
santrinya tertidur pulas sampai jam 10
malam, barulah beliau pulang menuju rumahnya. Belum lagi aktivitas mengajar di
beberapa lembaga pendidikan tahsin/tahfidz Al-Quran yang beliau dirikan.
Kemudian menjadi penceramah dan trainer tahsin/tahfidz Al-Quran di berbagai
instansi pemerintah dan swasta. Terakhir beliau mengimami Sholat Jumat di PT
Telkomsel yang jamaahnya seorang politikus yaitu Bpk. Tifatul Sembiring, mantan
Menteri Komunikasi dan informatika di Pemerintahan Bpk Susilo Bambang Yudoyono.
Tetapi triliunan jam itu akhirnya terhenti juga dengan kekuasaan Allah SWT.
Siapakah yang mengatur kerja dari jam tersebut dan siapakah yang melindunginya
dari segala kerusakan yang mungkin menyerangnya, siapakah yang mengawasi atas
pemeliharaannya, dan siapakah yang menyediakan dan membekalinya berupa energi
yang dibutuhkan untuk bekerja ... Apakah ada seseorang yang mengklaim hal
tersebut dari makhluk-makhluk ini? Dialah Allah SWT saat berfirman:
"Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan
tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat
penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu,
ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat- Malaikat Kami itu
tidak melalaikan kewajibannya". (Al-An'am:66)
Semoga Allah
SWT menerima semua amal ibadahnya dan memberikan tempat terbaik disisiNya dan
memberi kesabaran dan ketabahan bagi keluarga yg ditinggalkan,,,,
Allahu
Akbar...Kematian yg indah... Semoga Allah izinkan kita semua wafat dalam
kondisi khusnul khotimah seperti beliau...aamiin....”
http://edukasi.kompasiana.com/2015/05/09/prestasi-tanpa-publikasi-seorang-al-hafidz-716706.html
Saturday, May 9, 2015
Papua dan Dunia Pendidikan
Papua dan Dunia Pendidikan
(Dalam Sebuah Opiniku)
Sekilas tentangPapua
Pada akhir tahun 1300, Majapahit menyebut Papua menggunakan dua nama, yakni WANIN dan SRAM. Nama Wanin, tentu tidak lain dari semenanjung Onin di daerah Fak-Fak dan SRAM, ialah pulau Seram di Maluku. Tidore memberi nama untuk pulau ini dan penduduknya sebagai PAPA-UA yang sudah berubah dalam sebutan menjadi PAPUA. Pada tahun 1545, Inigo Ortiz de Retes memberi nama NUEVA GUINEE dan ada pelaut lain yang member nama ISLA DEL ORO yang artinya Pulau Emas.Nama Nueva Guinee kemudian di-Belanda-kan menjadi NIEUW GUINEA. Pada tahun 1956, Belanda merubah nama Niew Guinea menjadi NEDERLANDS NIEUW GUINEA.Pada tanggal 1 Mei 1963, Republik Indonesia menggunakan nama IRIAN BARAT. Setelah Proklamasi kemerdekaan tanggal 1 Juli 1971, Pemerintah Revolusioner sementara, Republik West Papua di Markas Victoria, menggunakan nama WEST PAPUA. Pada tahun 1973, Pemerintah Republik Indonesia di West Papua merubah nama IRIAN BARAT menjadi “IRIAN JAYA”.Pada tahun 2000 nama Irian Jaya kembali menjadi Papua hingga kini. Nama Papua, aslinya Papa-Ua, asal dari bahasa Maluku Utara. Maksud sebenarnya bahwa di pulau ini tidak terdapat seorang raja yang memerintah disini sebagai seorang bapak. Papa-Ua artinya anak piatu.
Dari sekian nama yang sudah disebut, Komite Nasional Papua pada tahun 1961, memilih dan menetapkan nama PAPUA., karena rakyat disini kelak disebut bangsa Papua dan tanah airnya Papua Barat ( WestPapua ).Alasan memilih nama Papua, karena sesuai dengan kenyataan bahwa penduduk pulau Papua sejak nenek moyang tidak terdapat dinasti yang memerintah atau raja disini sebagaimana yang ada dibagian bumi yang lain. Orang Papua berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah. Nama Irian adalah satu nama yang mengandung arti politik. Frans Kaisiepo, almarhum, orang yang pertama mengumumkan nama ini pada konperensi di Malino-Ujung Pandang pada tahun 1945, antara lain berkata: “Perubahan nama Papua menjadi Irian, kecuali mempunyai arti historis, juga mengandung semangat perjuangan: IRIAN artinya Ikut Republik Indonesia Anti Nederland”. (Buku PEPERA 1969 terbitan tahun 1972, hal. 107-108).
Nama Irian diciptakan oleh seorang Indonesia asal Jawa bernama Soegoro, bekas buangan Digul-Atas tetapi dibebaskan sehabis Perang Dunia kedua dan pernah menjabat Direktur Sekolah Pendidikan administrasi pemerintahan di Hollandia antara tahun 1945-1946.
Nama Irian diciptakan oleh seorang Indonesia asal Jawa bernama Soegoro, bekas buangan Digul-Atas tetapi dibebaskan sehabis Perang Dunia kedua dan pernah menjabat Direktur Sekolah Pendidikan administrasi pemerintahan di Hollandia antara tahun 1945-1946.
Papua adalah mutiara hitam dari timur, sebuah tanah yang kaya raya, dengan kekayaan alam yang luar biasa banyaknya. Kandungan emas di bukit Freeport yang melimpah membuat para Kapitalis penjajah serakah ingin merebutnya. Penduduk Papua hanya sekitar 3 juta jiwa (Menurut Badan Pusat Statistik Provinsi Papua 2014) dan dana APBD pertahunnya bernilai trilyunan rupiah !! Melebihi kebanyakan propinsi-propinsi lain di Indonesia. Salah satu asset yang sungguh luar biasa buat Bangsa Inonesia. Bahkan Presiden Jokowi, memilih daerah kampanyenya yang pertama di Papua. Bukan untuk menjaring suara kata beliau, tapi ini masalah perhatian (Ini menurut wawancara Liputan 6 di .SCTV tgl 5 Juni 2014). Ibu Connie ( seseorang pengamat militer) menambahi kalau sasaran AS selanjutnya adalahPapua!! Pernyataan ibu Connie pada siaran tvOne Sabtu 26/3 2011 bukannya tanpa dasar. Kabar Papua menjadi target AS berikutnya sudah beredar di kalangan intelejen.
Sebuah sumber di lingkungan Departemen Luar Negeri mengungkap adanya usaha intensif dari beberapa anggota kongres dari Partai Demokrat Amerika kepada Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk membantu proses ke arah kemerdekaan Papua secara bertahap.
Beberapa fakta lapangan mendukung informasi ini adalah dalam dua bulan terakhir ini, US House of Representatives, telah mengagendakan agar DPR Amerika tersebut mengeluarkan rancangan Foreign Relation Authorization Act (FRAA) yang secara spesifik memuat referensi khusus mengenai Papua. Kalau RUU ini lolos, berarti ada beberapa elemen strategis di Washington yang memang berencana mendukung sebuah opsi untuk memerdekakan Papua.
Dan ini berarti, sarana dan perangkat yang akan dimainkan Amerika dalam menggolkan opsi ini adalah, melalui operasi intelijen yang bersifat tertutup dan memanfaatkan jaringan bawah tanah yang sudah dibina CIA maupun intelijen Departemen Luar Negeri Amerika
Alasan utama yang menjadi isu pemisahan Papua dari NKRI adalah kemiskinan,pemerintah Indonesia yang belum sepenuhnya mampu mengentaskan kemiskinan di Papua menyebabkan isu-isu sparatis berkembang.
Beberapa fakta lapangan mendukung informasi ini adalah dalam dua bulan terakhir ini, US House of Representatives, telah mengagendakan agar DPR Amerika tersebut mengeluarkan rancangan Foreign Relation Authorization Act (FRAA) yang secara spesifik memuat referensi khusus mengenai Papua. Kalau RUU ini lolos, berarti ada beberapa elemen strategis di Washington yang memang berencana mendukung sebuah opsi untuk memerdekakan Papua.
Dan ini berarti, sarana dan perangkat yang akan dimainkan Amerika dalam menggolkan opsi ini adalah, melalui operasi intelijen yang bersifat tertutup dan memanfaatkan jaringan bawah tanah yang sudah dibina CIA maupun intelijen Departemen Luar Negeri Amerika
Alasan utama yang menjadi isu pemisahan Papua dari NKRI adalah kemiskinan,pemerintah Indonesia yang belum sepenuhnya mampu mengentaskan kemiskinan di Papua menyebabkan isu-isu sparatis berkembang.
Kemiskinan Papua adalah salah satu akibat dari sistem Kapitalisme yang diterapkan di Indonesia, emas Papua yang seharusnya mampu memakmurkan rakyat Papua justru dirampok oleh Freeport dan perusahaan asing milik Kapitalis Penjajah.Terbukti dari minimnya sarana dan prasarana yang nyata untuk rakyat Papua disana, seperti puskesmas, stok sembako, dan sejenisnya yang tetap langka.Juga minimnya jembatan penghubung, pengaspalan jalan dan masih banyak lainnya. Isu-isu HAM dan Demokrasilah yang sedang dikembangkan oleh Amerika Serikat agar Papua bisa lepas dari NKRI, dengan isu ini diharapkan akan terjadi referendum bagi tanah Papua. Yang selanjutnya, akan mengantarkan Papua ke arah pemisahan diri dari NKRI dan akan diperas habis-habisan oleh para negara dan kaum elite dunia, raja-raja eropa, pengusa multibillon dunia, para kartel minyak, kartel kayu, kartel mineral dan semua yang haus darah, haus minyak dan haus harta.
Pendidikan sebagai bentuk Pembaharuan
Sumbangan Paulo Freier sangat besar dalam kemajuan daerah Papua. Karena buah pikirannya dilatarbelakangi oleh kemiskinan rakyat Brazilia dibagian timur laut dimana beliau hidup dan menetap. Pendidikan disana dipakai bukan untuk memanusiakan manusiaya. Cenderung pendidikan yang selalu memenangkan penindasan status quo. Oleh karena itu beliau mencoba mengembalikan tujuanpendidikan pada tempatnya yaitu memanusiakan manusia sebagai sebuah potensi untuk mengubah realitas yang ada secara aktif.
Melihat deskripsi yang global tentang Papua, bahwa sangat disayangkan daerah yang kaya akan hasil sumber daya alam belum terkelola dengan baik melalui potensi SDM penduduk setempat karena mereka berhak mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam tersebut. Dan ini akan berhasil apabila ditunjang dengan usaha Pemerintah untuk mengurus daerah Papua sebagai kesatuanwilayahnya. Salah satu cara yang efektif adalah dengan memperbaiki pendidikan di setiap lini, baik sarana prasarana, guru, sistem nilai, tunjangan, prestasi dan lain-lain.
Pendidikan yang berkarakter harusnya mampu melindungi Papua dari incaran para penjahat (terutama) ekonomi. Karena dengan pendidikan akan melahirkan generasi yang nantinya mampu mengaktualisasikan dirinya, Ditambah dengan karakter, maka diharapkan aktualisasi diri muncul secara bijaksana dan bertanggungjawab. Denganbegitu akan terjawab bagaimana suatu daerah dapat dikelola putera-puteri daerahnya sendiri.Yang pastinya tahu persis potensi daerahnya dan tahu cara mempertahankan asset daerahnya.
Pemerintah harus memperhatikan krisis pendidikan di daerah Papua contohnya di daerah Dogiyai. Bukti otentik yang didapat dari narasumber yaitu Musa Mudestus Boma, Mahasiswa FISIP UNCEN, Jayapura. Terdapat daerah-daerah yang haus akan pendidikan seperti daerah Idedua, Yegeiyepa, Saikonai, Motakotu, Kegata, Apgomakida, Ibukota Distrik, Egipa, Pagouda, Maikotuu, Toubaikebo, Yeroukotu, Modio Ibu kota Distrik Mapia Tengah, Putapa, dan lain-lain.
Krisis tenaga pengajar juga dominan dalam hal ini. Sejumlah gedung sekolah tidak memiliki guru yang berprofesional. Guru yang bersertifikat S1 dari KPG, SPG, dan PGSD hanya bisa dihitung jari. Guru Profesionalnya tidak lebih 2 orang disetiap sekolah. Bahkan banyak yang sudah pensiun dan meninggal dunia.
Krisis Nilai juga merupakan masalah yang tidak lepas dari pendidikan. Sosialisasi pendidikan hamper tidak dihayati bagi setiap orang. Pejabat lebih suka bicara tentang pemekaran, urusan bisnis, proyek, dan berburu investor daripada pendidikan. Sejak tahun 2000, Pemerintah mengambil alih pendidikan (untuk keseragaman kemajuan pendidikan) di Papua yang sebelumnya banyak dikelola yayasan-yayasan Kristiani. Tetapi usaha itu masih belum memenuhi kesungguhan menanamkan nilai dan mendidik jiwa-jiwa kebersamaan untuk membangun hidup dan pembangunan sumber daya manusianya. Pemda setempat harus merangsang daerahnya melalui visi dan misinya agar setiap daerah terlibat sebagai pelaku pendidikan.
Himbauan untuk Yayasan- yayasan Sumber Daya Manusia, sebaiknya ikut meramaikan dunia pendidikan di Papua. Penulis mungkin agak memaksakan pendapat untuk mengetuk pintu hati Yayasan-Yayasan Pendidikan Islam untuk menerapkan pendidikan yang Rasululloh contohkan, tentunya untuk menjaga integritas keberagamaan maka tetap dalam koridor pendidikan nasional. Memang kita tidak dapat mengambil untung secara financial dalam usaha mencerdaskan bangsa. Tapi kalau kita tidak mulai maka asset financial, sumber daya alam anak bangsa di masa depan akan hilang sama sekali. Dan kita tetap menjadi bangsa yang bonsai dalam berkembang. Wala’haula wala quwata illa billah….http://edukasi.kompasiana.com/2015/02/23/papua-dan-dunia-pendidikan-dalam-sebuah-opiniku-703377.html
PENTINGNYA E-LEARNING DALAM PENDIDIKAN
Kehidupan manusia kian hari semakin komplek dan sarat dengan permasalahan. Kehadiran media IT diharapkan mampu memberikan nilai positif bagi proses kehidupan manusia yang semakin kompleks. Peran media IT lainnya juga adalah memberikan pencerahan bagi poses pencerdasan bangsa. Karena dengan bangsa yang cerdas tentunya akan menaikkan martabat dan taraf hidup bangsa.
Dalam kehidupan suatu negara, pendidikan memegang peranan yang sangat penting seperti yang telah ditulis diatas. Upaya ini karena pendidikan adalah wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia. Seiring dengan perkembangan tekhnologi computer dan teknologi informasi. Sekolah-sekolah di Indonesia sudah waktunya mengembangkan system informasi manajemennya agar mampu mengikuti perkembangan zaman
Inilah kenapa seorang guru harus pandai mengakses, mengolah dan menyajikan secara kreatif dalam menyampaikan informasi yang berupa bahan ajar kepada peserta didik. Kemampuan guru sebagai sumber daya manusia dalam teknologiinformasi computer mulai dari keterampilan dan pengetahuan yang cukup mapan, perencanaan, pengoperasian, perawatan dan pengawasan perlu dan penting untuk ditingkatkan. Sehingga nantinya akan menghasilkan output yang sangat bermanfaat bagi manusia itu sendiri maupun bagi semua sector kehidupan.
Besarnya pengaruh TIK dalam bidang pendidikan mengakibatkan instansi pendidikan mengalami pergeseran juga. Hal ini pernah diungkapkan oleh Rosenberg (2001) yang menyebutkan ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1) dari pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke tempat lain dan kapan saja, (3) dari kertas ke “on line” atau saluran, (4) dari fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, (5) dari waktu siklus ke waktu nyata.
Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, computer, internet, e-mail dan sebagainya. Interaksi antara guru dan peserta didik tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga menggunakan media-media tersebut (Rosenberg, 2001). Keberadaan teknologi harus dimaknai sebagai upaya untuk meningkatkanefektivitas dan efisiensi. Teknologi tidak dapat dipisahkan dari masalah, sebab tekhnologi ada karena untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh manusia. Sehingga manusia memerlukan teknologi yang tepat guna yang efektif dan efisien untuk mengatasi masalah tanpa harus dibatasi ruang dan waktu.
Dalam dunia pendidikan, menurut Pannen (2005) saat ini terjadi perubahan paradigma pembelajaran terkait dengan ketergantungan terhadap guru dan peran guru dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran sekarang tidak bergantung kepada guru lagi tetapi lebih banyak terpusat kepada siswa (student centered learning) . Guru juga tidak lagi dijadikan satu-satunya alat untuk memecahkan masalah dan sumber rujukan semua pengetahuan tetapi sebagai fasilitator atau konsultan. Dengan adanya pergeseran peran guru, Sebenarnya harus diiringi dengan bertambahnya kemampuan guru sebagai fasilitator atau konsultan. Dalam hal e-learning, tentunya guru harus dapat mengenal berbagai media elektronik dan cara penggunaanya. Dan ini menjadikan kita sebagai manusia yang beperan sebagai guru unggul, Bayangkan guru sebagai tenaga pendidiknya saja sudah unggul apalagi dengan generasi muda ditangannya. Mudah-mudahan akan jadi generasi emas yang mumpuni dan bijak secara emosi dan spiritual dalam penggunaan media e-learning sebagai suatu alat ukur kemajuan iptek di zamannya.
Peranan yang biasa dilakukan TI dalam model pembelajaran ini sangat jelas. Hadirnya e-learning dengan semua macam tingkatannya telah menjadi aspirasi perubahan ini. Menurut Kirkpatrick (2001), e-learning telah mendorong demokratisasi pengajaran dan proses pembelajaran dengan memberikan kendali yang lebih besar dalam pembelajaran kepada siswa. Hal ini sangat sesuai dengan prinsip penyelenggaraan pendidikan nasional seperti termaktub dalam pasal 4 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa pendidikan diselenggaraan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai cultural, dan kemajemukan bangsa.
Secara umum, peranan e-lerning dalam proses pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu komplementer dan substitusi. Yang pertama mengandaikan bahwa cara pembelajaran dengan pertemuan tatap muka masih berjalan tetapi ditambah dengan model interaksi berbantuan IT, sedang yang kedua sebagian besar proses pembelajaran dilakukan berbantuan TI. Saat ini regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah juga telah memfasilitas pemanfaatan e-learning sebagai subtitusi proses pembelajaran konvensional. Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 107/U/2001 dengan jelas membuka koridor untuk menyelenggarakan pendidikan jarak jauh dimana e-learning dapat masuk memainkan peran.
Berikut beberapa manfaat e-learning dalam dunia pendidikan menurut banyak pengamat dan praktisi pendidikan adalah (1) meningkatkan motivasi siswa, (2) Digital Porofolio efektif dan efisien, (3) Menambah wawasan dan cakrawala berfikir, (4) Menumbuhkan jiwa kebersamaan, (5) Menjadi alat ukur konsep pembelajaran yang kita lakukan dengan sekolah dari Negara lain.
Walhasil tidak ada alasan lagi untuk kita sebagai tenaga pendidik untuk belajar meningatkan keterampilan dan pengetahuan, perencanaan, pengoperasian, perawatan dan pengawasan penggunaan e-learning dalam pembelajaran. Sarana untuk meningkatkan kemampuan pengoptimalan dalan penggunaan TI tersebut tentunya adalah dengan mengikuti banyak pendidikan dan pelatihan tentang TI. Tak perlu menunggu waktu luang, tak usah takut untuk tidak bisa, karena semua akan membuat kita mundur ke belakang. Ingat generasi kita ada di belakang kita, kalau kita mundur atau memilih standar (stagnan) maka generasi emas tidak lahir dari tangan kita. Dan itu salah satu kemunduran zaman yang melahirkan generasi ‘Jahiliah’ secara intelektual, emosional dan spiritual. Naudzubillahi min Dzalik….
Subscribe to:
Comments (Atom)

