Allahummarhamna bil Qur’aaan ….“Ya Allah,
sayangilah kami dengan Al-Qur’an …
Waj’alhu lana imaman wa nuran wa hudan wa
rahmah …“Dan jadikanlah ia (Qur’an) imam kami, juga sebagai cahaya, sebagai
petunjuk, dan sebagai kasih sayang …
Suara salah satu kader terbaik Al Qur'an
bangsa kita, pengasuh pondok pesanten Nurul Hikmah, tempat hafidz dan hafidzah
cilik menuntaskan bacaan dan hapalan Alqurannya.. Suara Ustadz Muzammil
rahimahullah, masih saja terasa terngiang di sanubari dengan lembut dan
syahdu.. membuat hati dan mata memanas entah pada suhu berapa, yang jelas hati
yang terbuat dari bahan yang lembut tapi
kadang kerasnya Masya Allah melebihi gunung batu ini menjadi luluh lantak dihantam oleh lembut
suaranya.
Terbayang air
mata yang terus bercucuran, Mengingat betapa hebatnya perjuangan beliau
membimbing anak sejak usia dini untuk
meraih predikat shahibul Qur’an, teman akrab Al-Qur’an.
Air mata yang tertahan
mengalir dari para santri dan santriwati, terkenang kenikmatan-kenikmatan yang
Dia turunkan untuk mendampingi kesulitan-kesulitan di dalam menghafal
Kitabullah …
Ya Robbi
sungguh perjuangan yang tak mudah untuk anak anak yang masih perlu disayang,
dimanja, menikmati masa indah untuk menjadi seorang anak yang berjuang menjadi
shahibul quran. Memilih hidup bersama Al-Qur'an, jauh dari dekapan hangat
orangtua. Untuk menyambut ridho Allah SWT dan Rasulnya serta mempersembahkan
mahkota cahaya buat kedua orangtuanya.
Rasulullah
saw. bersabda,”Barang siapa yang membaca Al-Qur’an, mempelajarinya dan
mengamalkannya, kedua orangtuanya di hari kiamat akan di pakaikan mahkota dari
cahaya.
Sinarnya
persis seperti sinar matahari. Kedua orangtuanya diberi dua perhiasan yang
tidak bisa dibandingkan dengan dunia. Keduanya bertanya,’Dengan apa kami
mendapatkan semua ini?’ Dijawab,’Anakmu mempelajari Al-Qur’an.
Subhanallah..
ketika seorang anak jauh dari orangtuanya, untuk menjadi hafidz dan hafidzah
cilik. Seorang H, Ahmad Muzzammil MF. Al-Hafidz maju menjadi orangtua bagi
hafidz dan hafidzah cilik kami. Dia tidak sungkan untuk melayani dan membimbing
serta penyemangat hafidz dan hafidzah cilik. Begitu cintanya beliau terhadap
Al-quran sehingga mampu mendorong beliau untuk mencetak generasi-generasi Quran
sejak usia dini.
H, Ahmad
Muzzammil MF. Al-Hafidz
Sosok Pengajar
dari kalangan muda yang menggeluti ilmu Al-Quran sejak usia muda, beliau dapat
menghafal Al-quran 30 juz dan meraih presatasi juara MHQ tingkat Nasional dan
Internasional di Mekkah usia 15 tahun.
Nama lengkap : H. Ahmad Muzzammil bin
Muzhoffar Fathurrahman. Lahir di Jepara 21 Maret 1977, menikah dan mempunyai
sepuluh orang anak. Aktifitasnya sebagai sebagai koordinator dan pengajar
tahsin tahfidz di LTQ Al-Hikmah, Mampang Jakarta Selatan, LTQ Markaz Al-Quran Kalisari, Jakarta Timur, FHQ Nurul
Hikmah Ciputat Tangerang, FHQ Nisa Kreatif Bogor Jawa Barat, Instansi
Pemerintah dan swasta. Pendidikan : SD Negeri dan Madrasah Diniyah di Jepara
Jawa Tengah, Mts dan MA di Annur Bantul Yogyakarta, Pesantren Darul Rahman
Jakarta, Program Bahasa Arab Intensif, Kuliah di PTIQ Jakarta.
Tapi sekarang
beliau sudah pergi meninggalkan kita semua, beliau meninggal pada usia muda
tapi proses perjalanan hidupnya sarat dengan prestasi, Usia 15 tahun beliau
sudah menjadi hafidz internasional. Sarat prestasi tanpa publikasi, tapi
kiprahnya berhasil melahirkan hafidz-hafidzah Indonesia. Rupanya hadiah Allah
buat beliau lebih indah dibanding pujian dan publikasi dunia. Allah SWT
menghendaki kebaikan untuknya dengan memanggilnya pulang... Pulang ke-haribaan
Allah SWT dengan indah pada jam 5 pagi tanggal 7 Mei 2015, hanya bersin 2 kali
kemudian beliau tertidur tenang dan tak bergerak lagi..
Hingga naskah
ini saya tulis, masih ada juga bulir-bulir air mata menetes sembari bergumam,
"Yaa Allah, akankah Engkau juga memberikan kemuliaan yang sama kepada kami
kelak....? Aamiin..... (Mohon karunia
kepada kami Yaa Allah...). Sungguh kepergian beliau sangat membuat dada kami
bergemuruh bahkan saya yang tidak kenal dekat sekalipun dengannya. Lemas tubuh
kami menahan gemuruh yang tidak jelas kapan hendak di keluarkan... Terima kasih
ya Allah telah sempatkan kami untuk bertemu dan mengenal serta sempat
menitipkan anak-anak kami dalam bimbingannya. Betapa kasih sayang Allah itu
sangat jelas pada akhirnya, "Janganlah
kamu menduga bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, tetapi
mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki" (QS.Ali-'Imran
[3]: 169).
Diantara
Rahmat Allah untuk kita adalah
diciptakannya kematian dan menjadikannya akhir alami dari segala sesuatu, Allah
SWT berfirman: "Tiap-tiap sesuatu
pasti binasa, kecuali Allah". (Al-Qashash:88).
Namun apa yang dikatakan oleh ilmu pengetahuan
modern? Ahli biologi saat ini menjelaskan bahwa kematian adalah sama pentingnya
dengan kehidupan. Setelah melakukan banyak percobaan dan penelitian para
ilmuwan akhirnya mengungkapkan bahwa dalam setiap sel yang ada dalam tubuh
manusia terdapat waktu biologis yang khusus untuk sel ini, karena itu
renungkanlah makhluk seperti manusia yang bekerja hingga ratusan triliun jam!
Subhanalloh, Ustadz H.Muzzammil telah
menunjukkan kerja keras beliau dengan ratusan triliun jam yang dilewatinya
hingga umurnya mencapai 38 tahun. Hari-hari beliau dengan aktifitas yang padat
dengan jam istirahat yang minimalis. Kadang beliau menunggui anak-anak
santrinya tertidur pulas sampai jam 10
malam, barulah beliau pulang menuju rumahnya. Belum lagi aktivitas mengajar di
beberapa lembaga pendidikan tahsin/tahfidz Al-Quran yang beliau dirikan.
Kemudian menjadi penceramah dan trainer tahsin/tahfidz Al-Quran di berbagai
instansi pemerintah dan swasta. Terakhir beliau mengimami Sholat Jumat di PT
Telkomsel yang jamaahnya seorang politikus yaitu Bpk. Tifatul Sembiring, mantan
Menteri Komunikasi dan informatika di Pemerintahan Bpk Susilo Bambang Yudoyono.
Tetapi triliunan jam itu akhirnya terhenti juga dengan kekuasaan Allah SWT.
Siapakah yang mengatur kerja dari jam tersebut dan siapakah yang melindunginya
dari segala kerusakan yang mungkin menyerangnya, siapakah yang mengawasi atas
pemeliharaannya, dan siapakah yang menyediakan dan membekalinya berupa energi
yang dibutuhkan untuk bekerja ... Apakah ada seseorang yang mengklaim hal
tersebut dari makhluk-makhluk ini? Dialah Allah SWT saat berfirman:
"Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan
tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat
penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu,
ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat- Malaikat Kami itu
tidak melalaikan kewajibannya". (Al-An'am:66)
Semoga Allah
SWT menerima semua amal ibadahnya dan memberikan tempat terbaik disisiNya dan
memberi kesabaran dan ketabahan bagi keluarga yg ditinggalkan,,,,
Allahu
Akbar...Kematian yg indah... Semoga Allah izinkan kita semua wafat dalam
kondisi khusnul khotimah seperti beliau...aamiin....”
http://edukasi.kompasiana.com/2015/05/09/prestasi-tanpa-publikasi-seorang-al-hafidz-716706.html

No comments:
Post a Comment